Senin, 10 Januari 2011

Catatan di Akhir Minggu Pertama Tahun Yang Baru

Sedikit aneh rasanya, malam telah larut dan hendak menapaki minggu ke dua di Tahun Baru, aku masih setia duduk di meja kerjaku. Padahal biasanya, pada waktu seperti sekarang, aku sudah asyik tidur atau terkadang melamun dalam travel yang membawaku dari kota Surabaya (Kota yang selalu aku tuju di hampir setiap weekendku). Entah sudah berapa liter air aku konsumsi untuk mengimbangi kepenatan tulang belakangku akibat terlalu lamanya aku duduk. Tapi yang jelas, beban pekerjaanku hampir 70 % selesai. Sebuah pengorbanan weekend yang tidak sia2 tentunya.
Sebenarnya, semua ini harus aku tempuh karena kejadian2 yang serba mendadak yang terjadi dalam minggu ini.
> Hari Senin : Bangun pagi dengan mata yang masih sangat mengantuk, setengah mengutuk sopir travel yang tlah menjemput pukul 23.00 padahal seharusnya dijemput pukul 21.00 sehingga berdampak sistemik pada jam tidurku yang hanya 3 jam. Tiba di kantor baru sadar kalau pimpinan yang lama harus segera meninggalkan kantor karena di Mutasi ke tempat yang lebih baik karena prestasi beliau yang mengagumkan. Sedih,  bukan hanya karena harus berpisah dengan orang yang patut diteladani tapi karena tiba2 ingat bahwa sebagaimana keterlambatan penjemputan travel, kepindahan bos ku ini jelas akan berdampak sistemik juga dengan semua pekerjaanku. Itu berarti semua pekerjaanku harus secepatnya aku kerjakan karena semuanya harus ditanda tangani pimpinanku. Makan pagi diselingi menganalisis berapa besar kecepatan yang harus aku lakukan demi terselesainya tugas2ku mengawali hari-hari super sibukku di Minggu pertama di Tahun yang baru.
> Hari Selasa  : Semangat 45 benar2 aku kobarkan. Bangun lebih pagi dari biasanya dan tiba di kantor pukul 06.45 WIB, itu berarti lebih awal 45 menit dari jam kerjaku biasanya. Dengan semangat serta diiringi suara semarak si Rihanna dan saudara sedikit kembarku si eminem aku mulai pertempuranku. Tapi, berselang 10 menit. Byarr... Kompiku yang sedari tadi bergemuruh dengan tampilan itung2an di excel tiba2 berubah menjadi tontonan Blue Film dalam arti yang sebenarnya. Setengah mengutuk dan kemudian berdo'a semoga kompiku sehat wal afiat aku coba untuk kerestartnya secara paksa. Dan Alhamdulillah, komputerku positif terserang virus dan lebih beruntungnya sistem operasinya juga terserang. Tercengang, kaget, tak percaya, setengah mau menangis, pusing, tak tahu harus bagaimana, mules, pengen boker, pengen banting komputer, pengen teriak, semuanya menyatu. Namun tiba2, seakan2 ada bidadari yang menepuk punggungku, aku sedikit tersedak, suara lembut tersebut tiba2 berbisik, sabar boi, sabar. Karena terpana dengan suara merdunya emosiku pun luruh. Sedikit berpikir untuk melakukan plan B. Dengan mengandalkan kemampuan komunikasiku yang cukup hebat disertai dengan pujian2 setinggi langit pada teman kantorku, teman kantorku pun bersedia memperbaikinya.
Satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam, empat jam lebih 30 menit, 5 jam lebih 25 menit, tujuh jam, dan akhirnya teeeeettttttttttt, pukul lima sore, teman2 kantorku sudah bersiap pulang sedangkan aku tetap memandang lirih pada komputer kantorku. Masih 80% dari total 200% yang berhasil diperbaiki. Sungguh hari yang mengenaskan dan melelahkan. Jam 8 malam batas waktu komputer boleh menyala di kantorku tinggal beberapa detik lagi, namun komputerku masih jauh dari apa yang disebut sembuh. Melampiaskan kemarahan dengan bermain Futsal ternyata menjadi solusi yang cukup bijaksana.
> Hari Rabu  : Jam kerjaku akhirnya resmi dimulai pukul 14.00 seiring dengan kembali beroperasinnya komputerku. Harus banyak2 berterimakasih pada teman kantorku yang telah setia merawat dan menyembuhkan komputerku. Okey sekarang waktunya bekerja. Tapi.......... Huahahahahahha. penderitaanku tak berhenti samapai di sini, ternyata program smart map dan map info yang menjadi roh dari pekerjaanku ilang begitupun dengan program oraclenya,. Sekali lagi bidadari manis itu menepuk pundakku sambil sesekali memberi kecupan manis di kepalaku seraya berkata, sabar boi, sabar. Jadilah hari ini progres kerjaku bernilai satu. Hasil dari membuat paraf pada surat masuk..

------ Bersambung------


Tidak ada komentar:

Posting Komentar